Wednesday, February 23, 2011

Teknologi Membuat "Botol" Antimateri

Fisikawan Clifford Surko dari Universitas California di San Diego, AS, berencana untuk membuat "botol" antimateri. Botol itu akan menjadi jebakan antimateri terbesar yang bisa membantu mempelajari antimateri.
Antimateri adalah lawan dari materi. Setiap partikel materi memiliki pasangan antimaterinya. Ibarat elektron memiliki pasangan berupa positron yang punya massa yang sama tetapi muatannya berbeda.

Jika antimateri dan materi bertemu, maka keduanya akan saling menghilangkan. Sifat itu membuat proses penjebakan antimateri menjadi sulit. Sebab, jika jebakannya terbuat dari materi tertentu, maka serta merta jebakan itu akan hancur.

Sejauh ini, ilmuwan telah berhasil menjebak antimateri selama 170 milidetik. Sebelumnya, ilmuwan telah berhasil membuat ribuan antihidrogen. Untuk tujuan studi lanjut, penciptaan sistem yang mampu menjebak antimateri lebih lama diperlukan.

Botol antimateri yang akan diciptakan Surko diharapkan mampu menjebak triliunan antimateri dalam jangka waktu lebih lama. Dinding botol akan terbuat dari medan magnet dan listrik, membuat antimateri tak bisa lari.
"Kami sedang bekerja untuk mengakumulasikan triliunan positron dalam jebakan multicell, susunan botol seperti hotel yang punya banyak kamar. Setiap kamar terdiri dari sepersepuluh miliar antipartikel," kata Surko.

Rencana Surko dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) 18 Februari 2011 lalu. Selain jebakan antimateri terbesar, Surko juga tengah mengembangkan cara memampatkan antimateri.
Materi yang termampatkan menjadi gumpalan berdensitas tinggi dan bisa digunakan untuk beragam aplikasi. "Seseorang bisa menekannya keluar botol jebakan dalam aliran, sebuah pancaran, persis ketika menekan pasta gigi keluar," kata Surko.

Surko melanjutkan, "Pancaran itu bisa menjadi cara baru untuk mempelajari bagaimana antimateri bereaksi dengan materi. Ini sangat berguna. Misalnya dalam upaya mengerti karakteristik permukaan material."
Surko juga akan mengembangkan metode pendinginan antipartikel. Dengan metode ini, antipartikel dibuat bergerak lebih lambat dengan mendinginkannya hingga temperatur super dingin. Saat bergerak lambat, antimateri bisa dipelajari lebih mudah.

Botol antimateri portabel juga akan dikembangkan oleh Surko untuk mempermudah ilmuwan membawa antimateri ke luar lab. "Jika anda bisa membuat jebakan portabel, ini akan memperluas aplikasi penggunaan antimateri," ucap Surko.

Antimateri sebenarnya telah dimanfaatkan dalam teknologi sehari-hari, misalnya Positron Emission Tomography (PET). Teknologi PET dimanfaatkan dalam dunia medis untuk kepentingan pencitraan.
Selama discan, pasien dinjeksi dengan zat radioaktif yang akan mengemisikan positron saat meluruh. Positron akan kontak dengan bagian tubuh, saling menghilangkan dan mengemisikan sinar gamma. Sinar itulah yang dideteksi scanner dan diubah menjadi citra 3 dimensi.

Fenomena "Api Terjun" Setinggi 600 Meter

Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan "api terjun"? Inilah fenomena unik yang bisa dilihat di Horsetail Falls di Yosemite National Park, California. Api terjun itu terdapat di gugusan pegunungan Sierra Nevada, sebelah barat Danau Tahoe, memiliki ketinggian 2.000 kaki atau sekitar 600 meter.
"Api terjun" pada dasarnya merupakan air terjun, tetapi unik karena mendapatkan ekspos sinar matahari senja sehingga berkilauan kuning keemasan. Peristiwa ini sangat langka dan cuma beberapa hari dalam setahun, biasanya di bulan Februari, sinar matahari akan menyorot air terjun, menciptakan cahaya oranye bak api yang memukau.

Fenomena api terjun paling tepat disaksikan pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, cahaya matahari senja tepat menyinari batuan di sekitar air terjun. Di situlah keajaiban alam terjadi dan iluminasi natural tercipta. Namun, hal tersebut sulit disaksikan sebab memang merupakan salah satu fenomena alam yang paling jarang.
Josh Anon, warga San Fransisco, berhasil mengabadikan fenomena "api terjun" itu. "Jika jumlah air cukup dan langit cukup cerah untuk mendapat cahaya matahari senja, matahari akan ada pada sudut yang tepat untuk menyinari air dan membuatnya bersinar," katanya.

Ia mengatakan, sulit untuk mendapat kesempatan menyaksikannya. "Ketika surya mulai tenggelam, air bersinar sedikit dan berwarna kuning. Kemudian, secara tiba-tiba air bersinar dan tampak seperti lava," kata Anon.
Yosemite National Park yang merentang sepanjang 3.000 kilometer menarik 3,5 juta wisatawan tiap tahunnya. Api terjun adalah salah satu pesonanya. Api terjun bisa dicapai dengan mendaki ke arah utara Twin Bridge lewat rute 50 AS.

Ada Lho Bagian Mars yang Berwarna Biru

Planet Mars memang terkenal dengan sebutan planet merah. Tapi, tak seluruh permukaan Mars berwarna merah ketika dicitrakan. Hasil jepretan Mars Reconaissance Orbiter NASA menunjukkan bahwa ada bagian planet itu yang berwarna biru, seperti Bumi.
Hasil jepretan yang dipublikasikan di New Scientist itu ialah bukit pasir di Kawah Rabe, wilayah berdiameter 100 kilometer di dataran tinggi belahan selatan Mars. Gundukan itu benar-benar tampak biru, seperti lautan bumi tampak dari udara.
Bukit pasir itu menutupi sebagian wilayah Kawah Rabe. Bukit pasir terbentuk dari pasir basalt di dasar kawah dan dibentuk oleh angin Mars. Citra lebih dekat menunjukkan pegunungan berstruktur mirip sidik jari, lembah, dan riak-riak.
Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa bagian gundukan pasir tampak berwarna lebih gelap dibanding wilayah kawah lain? Salah satu kemungkinannya adalah pasir di dasar kawah bukan pasir lokal, tetapi pasir dari daerah lain yang terjebak oleh kondisi topografis daerah tersebut. Tidak ada uraian mengapa wilayah tersebut berwarna biru.

Penyu Langka Tampakkan Diri di Sumatera

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) menampakkan diri di salah satu pantai di Sumatera. Penyu belimbing adalah salah satu jenis penyu yang sangat langka dan tergolong paling terancam punah.
Khairul Amra, anggota grup konservasi lokal, Kamis (17/2/2011) mengatakan kepada AP bahwa ia menjumpai penyu itu selama akhir pekan sebelum penyu itu kembali ke air. Khairul mengatakan, ia menjumpai penyu tersebut bersama lusinan telur yang diletakkan penyu itu.
Ini untuk ketiga kalinya para ahli menjumpai penyu jenis tersebut di pantai yang sama. Penyu belimbing adalah spesies yang telah mengembara lautan selama 100 juta tahun. Namun, kini jumlah penyu belimbing hanya sekitar 30.000 ekor.
Spesies yang ditemui di Sumatera ini memiliki ukuran 3 meter, ukuran maksimal penyu jenis itu bisa tumbuh. Keberadaan spesies ini terancam oleh perburuan telur dan perikanan komersial.

Thursday, January 27, 2011

Mobil Terbaru di LA Auto Show 2010

Los Angeles Auto Show 2010 yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 28 November mendatang ini adalah ajang pameran mobil paling bergengsi di Amerika Serikat. LA Auto Show ini diramaikan sejumlah mobil terbaru dan tentu juga konsep kendaraan mutakhir masa depan.

Cadillac ULC, mobil konsep buatan General 
Mobil elektrik KIA Pop dipamerkan di Los Angeles Auto Show 2010.


Audi R8 GT, mobil yang hanya akan dipoduksi sebanyak 333 unit, dipamerkan di LA Auto Show 2010. 

Mobil elektrik terbaru dari Jaguar, Jaguar C-X75 dipamerkan di Los Angeles Auto Show 2010.  

Tuesday, January 18, 2011

Ikan Hiu Tak Bisa Bedakan Warna

Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Western Australia, diketahui bahwa ikan hiu tidak bisa membedakan warna. Buta warna pada ikan hiu ini bisa membawa manfaat bagi perenang, peselancar, dan bahkan ikan hiu itu sendiri.

Menggunakan teknik yang disebut Micro-spectrophotometry, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Nathan Scott Hart melihat ke sel retina milik 17 spesies hiu yang ada di perairan Queensland dan Australia Barat.

Pada seluruh 17 spesies, peneliti menemukan, sel penerima cahaya yang paling umum digunakan adalah ‘rod cell’ yang sangat sensitif terhadap cahaya dan memungkinkan hiu melihat dalam gelap. Namun demikian, dengan sel itu hiu tidak bisa membedakan warna.

Selain itu, hiu juga tidak memiliki cukup banyak cone cell yang mampu merespon secara langsung terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Sebagai gambaran, pada mata manusia, berbagai macam cone cell tersedia untuk membedakan warna-warna yang ditangkap mata.

Pada 10 dari 17 spesies hiu yang diteliti, tidak ada cone cell yang ditemukan. Hanya 7 spesies hiu yang punya cone cell, sayangnya semuanya hanyalah tipe tunggal, yang hanya sensitif terhadap panjang gelombang sekitar 530 nanometer, yang merupakan panjang gelombang untuk warna hijau.

“Dengan sistem retina ini berarti hiu mampu membedakan misalnya antara abu-abu dan abu-abu yang lebih gelap,” kata Scott Hart, seperti dikutip dari ScienceDaily, 19 Januari 2011. “Namun demikian, kemungkinan besar, ia tidak bisa membedakan abu-abu dengan warna lain,” ucapnya.

Manfaat penemuan ini adalah, dengan memanfaatkan kondisi buta warna ikan hiu, peneliti bisa mengembangkan perlengkapan renang yang bisa menurunkan peluang hiu mendeteksi manusia.

“Kita bisa mendesain alat pancing, pakaian renang, dan perlengkapan selancar yang memiliki kontras visual yang lebih rendah bagi ikan hiu,” kata Scott Hart. “Dengan demikian, perlengkapan itu menjadi kurang ‘menarik perhatian’ mata ikan hiu,” ucapnya. (hs)

Wednesday, January 12, 2011

Peneliti Berhasil Ciptakan Pelangi

Secara teori, resep pembuatan pelangi sangat mudah. Cukup dengan langit cerah, sedikit sinar matahari dan air, pelangi bisa dibuat. Namun, ternyata menciptakan pelangi yang dapat dimunculkan secara berulang-ulang tidak gampang.

Setelah melakukan uji coba selama 8 tahun, Michael Jones McKean, seniman dan seorang profesor asal Virginia Commonwealth University berhasil menyempurnakan teknik penciptaan pelangi yang ia sebut “Rainbow Project” yang bisa dibuat di rumah.

Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2011, menggunakan pompa listrik, selang, dan penyemprot yang berasal dari peralatan irigasi, McKean menyemburkan air untuk menghadirkan hujan dan menghasilkan pelangi sesuai pesanan. Syaratnya cuaca harus cerah.

Di setiap ujung pelangi, McKean menempatkan tanki penyimpanan yang bertugas untuk mengumpulkan ‘air hujan’ tersebut yang dapat digunakan untuk menciptakan pelangi di lain waktu.

Pelangi ciptaan McKean tersebut bisa hadir selama sekitar 15 menit dalam satu waktu. Adapun panjang dan tinggi lengkungan pelangi bisa dibuat hingga mencapai sekitar 60 meter. Tergantung kondisi cuaca, pelangi ala manusia itu bisa dilihat dari jarak sekitar 300 meter.

“Pelangi merupakan fenomena yang sangat kita kenal namun jarang muncul,” kata McKean. “Dengan dimungkinkannya pembuatan pelangi, diharapkan pelangi ini bisa membangkitkan imajinasi pengunjung yang melihatnya dan menjadikan momen itu hadir setiap hari,” ucapnya.